foto oknum wartawan inisial M.S

PEKANBARU, simakkepri.com – Entah apa yang merasuki salah seorang oknum wartawan Online berinisial MS di tengah situasi wabah Coronavirus (C-19) ini. MS diduga melakukan pengancaman terhadap FD als AJ (korban) dengan modus menakut-nakuti melalui pesan nya dalam aplikasi WhatsApp miliknya.

Modus pengancaman dan menakut-nakuti ini, di lakukan Oknum Wartawan Online melalui pesan WhatsApp dan juga melalui kontak person (Handpon) Tanggal 9 September 2020.

Ada pun pengancaman yang dilakukan Oknum Wartawan Online yang mengaku tinggal di wilayah Kabupaten Bengkalis ini (inisial MS-red) dengan mengirimkan pesan semacam ancaman dengan menyebut “Memberitakan dan atau melaporkan FD als AJ 3×24 Jam”

Demikian penjelasan dugaan pengancaman yang dilakukan oknum wartawan Online ini, diterangkan FD als AJ (korban) kepada media ini, di Pekanbaru, Jumat (11/9/2020).

FD als AJ menjelaskan, kornologis pengancaman yang dilakukan MS (Oknum Wartawan Online) itu. Berawal dari cerita hukum adat dalam pembayaran jujuran (Mahar) yang dilaksanakan keluarga FD als AJ bersama A.Resi G pada tanggal 06 September 2020 lalu di Kota Garo Kabupaten Rokan Hulu.

“Benar, Tanggal 06 September 2020 itu, kami dari keluarga perempuan (Paman) menerima jujuran dari pihak laki-laki sesuai kesepakatan antara pihak laki-laki dan pihak kami dari perempuan,” jelas FD als AJ.

FD als AJ menceritakan mengenai jujuran yang dimintakan pada ketika itu dan telah bersama-sama sepakat. Penyelesaiannya dilakukan oleh pihak laki-laki kepada kami keluarga perempuan di Kota Garo di Kabupaten Kampar.

“Ya, awalnya, anak Kami bernama ML (17) kabur dari rumah pada tanggal 29 Agustus 2020 di wilayah Jurong Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Namun pada Tanggal 06 September 2020 berhasil menemukan anak kami inisial ML diwilayah Kota Garo, disembunyikan di Rumah AMG,” jelasnya.

Anehnya, Anak kami ML (17) yang kami temukan di Rumah inisial AMG telah Nikahkan kepada Adeknya yang bernama A.Resi (46Thn) tanpa sepengetahuan kami kelurga.

“Iya benar, yang tidak kami terima saat ini, Anak kami ML (17) yang sebelumnya sudah bersama A.Resi dan kini Anak kami tersebut tidak lagi bersamanya (kabur dari rumah). Informasi ini, kami terima lagsung dari Oknum wartawan yang sering mengancam melaporkan saya itu,” ungkap FD als AJ.

Itu lah alasan Oknum wartawan Online ini mengancam dan menuduh saya yang melarikan anak kami ML itu. Selain menuduh saya melarikan anak kami ML dari Rumah A.Resi juga menuduh saya melakukan pemalsuan data kependudukan anak keponakan kami itu. Perlakuan wartawan ini tidak mengedukasikan masyarakat sesuai tuntunan pekerjaannya sebagai wartawan.

Saya selaku masyarakat tentu sangat resah dengan ancaman-ancamannya ini. Untuk itu, saya meminta Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia Riau dan PWI Bengkalis khususnya untuk melakukan pembinaan terhadap Oknum Wartawan Online itu.

“Jika inisial MS ini benar-benar Wartawan dan tergabung dalam Organisasi PWI maupun Organisasi Pers lainnya, agar dapat di lakukan Pembinaan demi kepercayaan pablik kepada Insan Pers,” harapnya.

Terkait hal dugaan pengancaman tersebut, media ini konfirmasikan kepada terduga pelaku. Namun orang yang mengaku wartawan ini mengakui bahwa dirinya sudah sering berkomunikasi dengan FD als AJ.

“Ya, saya ada menelpon FD als AJ. Tapi, tujuan saya bukan mengancam yang bersangkutan melainkan hanya menanyakan kepadanya jika telah mendengarkan informasi keberadaan inisial ML yang merupakan anak dari mereka yang telah kami selesaikan jujuran,” jelasnya.

Memang benar saya menanyakan hal itu, tapi bukan mengancamnya. Wajar saya konfirmasi kepada FD als AJ itu. Sebab, yang menerima jujuran atas pernikahan ML dengan A.Resi G pada ketika itu adalah FD als AJ.

“Harapan kami dari keluarga Laki-laki, agar saling memberikan informasi jika mendengar dimana keberadaan ML dan bukan mengamcam. Malahan FD als AJ yang marah-marah melalui Hp,” jelas MS. (Yul)

Editor : Andi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.