foto istimewa

Lingga – Warga Kabupaten Lingga terutama yang berada di pulau Singkep mengeluh, kebutuhan minyak tanah, solar dan bensin untuk kebutuhan sehari-hari tidak lagi tersedia di kios-kios pengencer, bahkan isu yang beredar di masyarakat maupun Medsos kekosangan ini terjadi akibat adanya penimbunan karena akan naiknya harga BBM.

Namun isu yang berkembang ini di tepis oleh Zafrinaldi Kepala Seksi Sarana Ekonomi dan SDA Bagian Perekonomian Setdakab Lingga, kamis (5/9) mengatakan, kekosongan semua jenis bbm ini, bukan karena adanya penimbunan ataupun akan naik harga, akan tetapi “kapal pengangkut terlambat sehingga pengisian di depot juga terlambat ” yang mengakibatkan stok minyak yang tersedia di semua kios habis terjual.

Zafrinaldi, mengatakan pihaknya selaku pengawas sudah menghubungi pihak penyalur, sementara info dari penyalur yang di sampaikan kepadanya bbm tersebut secepatnya akan disalurkan, ” kita liat sore ini”, Kata dia.

Sementara kekurangan jumlah kuota yang di berikan untuk Kabupaten Lingga, ia mengaku memang sangat kurang, kecuali bensin yang sipatnya tidak terbatas (Surplus).

Sedangkan dari hasil pemetaan di tahun 2018 Kabupaten lingga yang di infut dari semua desa, kelurahan maupun kecamatan tercatat yang ada se-Kabupaten Lingga, setiap tahunnya kebutuhan minyak Solar yakni sebesar 16.000.231 kl.

Sementara yang di berikan oleh BP Migas hanya 7,013 kl, anggka tersebut sangat jauh dari kebutuhan yang semestinya, kekurangan yang sangat besar ini di tanggulangi, setelah mendatangi kembali Bp Migas menambah menjadi 1.155 kl, menjadi 8.168 kl.

Namun penambahan yang di berikan hingga detik ini masih belum di bagikan pihak pertamina mengingat solar juga akan masuk ke SPBU. Ujar Zafrinaldi.

Untuk kebutuhan minyak tanah, sama seperti halnya dengan solar juga di ajukan sesuai kebutuhan yakni 9.593 kl, yang diberikan hanya 6.629 kl.(rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.