oleh

Suardi Tahirek Usulkan Dibangun Jembatan Gantung antara Bulang Lintang dan Bulang Kebang

-Ekbis-46 Dilihat
Suardi Tahirek ,SE (dok foto, kejoranews.com)
Suardi Tahirek ,SE (dok foto, kejoranews.com)

Batam,simakkepri.com-Pada tahun 2017 mendatang Pemerintah Kota (Pemko) Batam rencana akan membangun jembatan gantung yang menghubungkan BulangĀ  Lintang dan Bulang Kebang. Hal ini disampaikan Suardi Tahirek S.E., Anggota Komisi 4 DPRD Batam. Rabu (12/10/16).

Suardi Tahirek mengatakan, rencana pembangunan jembatan oleh Pemko Batam tersebut setelah mendengarkan usulan dari dirinya sebagai perwakilan masyarakat pulau atau hinterland. Menurutnya jembatan itu adalah akses penghubung darat yang sangat dibutuhkan masyarakat pulau-pulau setempat.

” Jembatan itu sangat dibutuhkan masyarakat setempat, karena dengan adanya jembatan itu, anak-anak Sekolah Dasar (SD) dari Bulang Kebang bisa langsung ke Bulang Lintang tanpa harus menggunakan perahu atau pancung. Kita kasihan lihat anak-anak itu yang selalu menyeberang menggunakan perahu, karena dulu sempat kejadian ada perahu yang terbalik saat akan menyeberang. Selain itu juga dengan adanya jembatan itu masyarakat pulau sekitarnya seperti Jaloh, Selat Nenek dan Pecong dapat mudah ke Bulang Lintang karena Kantor Kecamatannya ada di situ,” ujarnya.

Selain mempermudah akses masyarakat umum dan anak sekolah, menurut legislator Partai Nasdem ini, adanya jembatan itujuga bisa mempermudah wisatawan untuk mengunjungi makam Tumenggung Abdul Jamal dan istrinya yang berada di Bulan Lintang.

” Di Bulan Lintang itu ada kuburan asli Tumenggung Abdul Jamal dan istrinya, sekaligus panglimanya, selama ini itu tidak diketahui masyarakat banyak, karena memang aksesnya yang sulit. Dengan adanya jembatan itu mudah-mudahan wisatawan dari Singapura dan Malaysia jadi mau berkunjung ke Makam itu, sehingga dengan banyaknya wisatawan perkeonomian masyarakat juga ikut meningkat, karena dengan adanya wisatawan masyarakat setempat bisa membuat kuliner khas daerah itu, ” tutur Suardi.

Suardi menambahkan, dalam anggaran perubahan tahun 2016 ini ia telah mengusulkan agar Dinas PU membuat Design Enginering Detail (DED) untuk jembatan itu, ia juga telah mengajak Amsakar Ahmad Wakil Walikota Batam untuk meninjau lokasi tempat akan dibangunnya jembatan itu. Estimasi biaya untuk jembatan gantung yang bisa dilalui 2 kendaraan roda 4 itu menurutnya sekitar Rp 3 milyar.

” Saya telah mengusulkan dan meminta Dinas PU untuk membuat DEDnya di APBD Perubahan 2016 ini, Amsakar Ahmad Wakil Walikota Batam juga sudah pernah saya ajak untuk meninjau lokasi tempat. DED jembatan kisaran Rp 500 juta, sedangkan estimasi total untuk jembatan itu sekitar Rp 3 milyar, mudah-mudahan 2017 bisa dibangun secara bertahapnya, ” tambahnya.

(kejoranews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.