oleh

Pengerjaan Proyek MIN 2 Batam Diduga Tak Sesuai Prosedur dan Rawan di Mark Up

-Batam-225 Dilihat

BATAM, simakkepri.com – Pengerjaan proyek Rehabilitasi dan Renovasi Prasarana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Batam dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Batam dikerjakan oleh kontraktor dari PT Duta Tunggal Jaya (DTJ).

Foto (ist) kondisi proyek pembangunan MIN 2 (dok.simakkepri.com)

Adapun dana proyek yang dimiliki Kementerian PUPR itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 dengan total Rp. 14.150.364.000,- dengan rincian Rp. 7.551.655.000,- untuk MTsN 1 Batam dan Rp. 6.598.709.000 untuk MIN 2 Batam.

Namun seiring proses pengerjaannya, muncul dugaan bahwa proyek tersebut ternyata tidak dikerjakan dengan baik. Bahkan, bekas bangunan lama yang dihancurkan oleh kontraktor tidak dilakukan pembersihan (clearing).

Foto (ist) Plang Proyek menghadap ke dalam sekolah (dok.simakkepri.com)

Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa beton hasil pengecoran lama yang ada pada bangunan tersebut tidak dibersihkan (di-clearing) terlebih dahulu. Menurutnya, ini akan mempengaruhi ketahanan bangunan yang notabenenya akan digunakan sebagai tempat belajar para siswa/i.

“Saya perhatikan, coran bangunan lama bangunan itu tidak dibersihkan terlebih dulu, dan malah ditimpa dengan coran baru. Itu kan bisa bahaya nanti gak kuat dan bisa jadi cepat roboh,” tuturnya saat dijumpai disekitaran Sagulung, Rabu (19/10/2022).

Foto (ist) plang Proyek menghadap ke jalan (dok.simakkepri.com)

Awak media ini mencoba mengonfirmasi pimpinan PT DTJ, Andi Ferdinan melalui sambungan seluler, mengatakan, dirinya lagi di luar, dan Andi kemudian menyarankan media ini untuk melakukan konfirmasi ke CV Citratama Arsitek selaku konsultan pengawas dari proyek tersebut.

“Kalo ada yang ingin bapak tanyakan tentang proyek madrasah ini, baiknya ke konsultan aja langsung, karna kami diawasi oleh konsultan pengawas,” tuturnya lewat sambungan WhatsApp pribadinya, Rabu (19/10/2022).

Jika dugaan tersebut benar, maka bangunan ini dikhawatirkan akan ambruk pada saat digunakan. Oleh karena itu, media ini masih mencoba menggali informasi lebih dalam untuk mengetahui kebenaran informasi terkait proyek tersebut.

Selain itu, media ini juga masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada kontraktor di lapangan dan juga dengan pihak konsultan.(red)

Editor : Sahat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.