oleh

Pemkab Paluta Tidak Ada Perhatian untuk Desa

-Nasional-61 Dilihat

Banyak akses jalan penghubung Desa – Kecamatan Tanah licin dan berbatuan

Paluta,simakkepri.com – Sudah Tahun ke tahun banyak Desa di Kabupaten Padang Lawas Utara (PALUTA) Provinsi Sumatera Utara tidak dapat menikmati akses jalan Aspal penghubung antar Desa ke Kecamatan.

M. Suryandi P, Herman Manik, dari pemerhati pembangunan mengatakan kepada simakkepri.com , dimana saat memantau pembangunan jalan Desa dan Kecamatan di lingkup di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara. Sungguh sangat memprihatinkan di Daerah Pedesaan Kabupaten Paluta yang masih ada jalan penghubung Desa dan Kecamatan masih berbatuan dan tanah merah. Seperti di Kecamatan Portibi akses jalan menuju Sekolah lebih kurang 500 meter masih berbatu dan tanah merah tanpa pengaspalan sama sekali sehingga Siswa ataupun Guru yang menggunakan roda dua sering kali jatuh bahkan berlumpur bila musim hujan. Juga akses jalan penghubung Desa dari sipupus ke Desa Balimbing Jae, Kecamatan Padang Bolak Julu bila dilintasi dengan roda empat, tak ubahnya bagaikan diatas ombak laut yang dapat merusak kendaraan dan keselamatan pengendara akibat jalan berbatuan dan tanah berlumpur.

Sedangkan dari Desa Balimbing Jae ke Desa penghubung lainnya masih ada jalan belum pernah tersentuh pengaspalan. Wajar bila hasil pantauan kami warga di Desa tersebut akan tetap mengecap kehidupan miskin di tambah lagi harga karet yang murah sebagai hasil dari daerah tersebut lalu dampak dari semuanya saling terkait pada perekonomian Rakyat. Namun semua ini muaranya kepada Pemerintah Kabupaten Paluta yang di anggap kurang memperhatikan hal itu, seharusnya dari Dinas PU dan Pemerintah Kabupaten Paluta membuka mata dan juga berpangku tangan agar akses jalan serta perekonomian Rakyat di Desa membuat Ragam kebijakan untuk dapat teratasi secara bertahap. Sebut Suryandi P, Herman Manik.

Syahminan Zaini Harahap. S,Pd Kepala Desa Balimbing Jae Kecamatan Padang Bolak Julu, ” jika melihat keberadaan Desa Kami masih dalam tarap hidup miskin ditambah lagi jalan penghubung sangat sulit untuk di lalui, kalaulah mengharap jalan ini untuk dibenahi seharusnya Pemerintah Kabupaten Paluta harus mengkucurkan APBD Daerah. Jika hanya mengharapkan bantuan dana Desa dari Pusat kemungkinan maka sulit untuk perbaikan jalan”.kata kades

Masih ditambahkan Pahalak Harahap, Denggan Harahap, warga setempat menjelaskan, kami masyarakat di Desa ini dari Tahun ke Tahun tetap kesulitan membawa hasil pertanian kami akibat jalan akses rusak parah. Pemkab Panuta selama ini tidak ada perhatian sama sekali sehinga jalan di Desa kami berbatuan, licin, bahkan lobang bagai Kubangan Kerbau. Jika perhatian Pemerintah tidak terkucur ke Tahun depan maka kami Masyarakat disini akan tersisi dari apa yang di katakana Indonesia Merdeka.Ucap warga. (Tim/R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.