Pelayanan SPAM Batam Buruk, PT. Moya Tunduk Kepada Kontraktor

Batam804 Dilihat

BATAM, simakkepri.com – PT MOYA Indonesia kembali menjadi sorotan, kali ini persoalan yang disoroti adalah terkait pengajuan penyambungan jaringan air bersih rumah tangga untuk Pelanggan baru SPAM kota Batam, yang diharuskan melalui pihak ke tiga (Subkontraktor).

Dimana diketahui untuk biaya penyambungan jaringan air bersih, dinilai masih sangat mahal dan sangat sulit dijangkau oleh warga yang memiliki ekonomi pas-pasan atau warga yang berpenghasilan rendah.

Sebagaimana biaya yang ditetapkan oleh pihak ketiga, atau Kontraktor CV. Daya Anugerah Sejati sebagai salah satu mitra SPAM di Kota Batam, yang dianggap tidak masuk akal dan sangat memberatkan warga untuk dapat menikmati fasilitas air bersih di Kota Batam.

Sebagaimana diceritakan oleh Ummen Lumban Gaol, atau suami dari atas nama Rustini Sianturi (calon pelanggan) SPAM, Kepada wartawan, Senin (09/8/2021) malam.

Ummen Lumban Gaol mengaku dimintai uang sebesar Rp 8,5 juta rupiah untuk pemasangan satu meteran air di rumahnya, oleh pihak Kontraktor CV. Daya Anugerah Sejati.

Karena biaya yang cukup tinggi yang ditagihkan oleh pihak Kontraktor CV. Daya Anugerah Sejati kepada keluarga Ummen Lumban Gaol, hingga saat ini pengajuan penyambungan air tersebut belum dapat direalisasikan.

“Untuk penyambungan air bersih sudah saya ajukan ke PT. Moya Cabang Batu Aji sejak bulan Februari lalu. Namun sampai saat ini belum bisa tersambung karena dana yang diminta kontraktor cukup besar, yakni Rp. 8,5 juta rupiah untuk satu meteran air. Bahkan PT. Moya Cabang Batu Aji tidak bisa menetapkan harga, yang bisa memberikan harga kontraktor, kata PT. Moya Cabang Batu Aji kepada istri saya” keluhnya.

Lanjutnya lagi, “Sebelumnya kami telah mentransfer uang sebesar Rp 5 juta kepada pihak kontraktor melalui rekening Bank adik ipar. Namun biaya tersebut sudah dikembalikan lagi kepada kami, karena kami tidak sanggup untuk menambahi permintaan pihak kontraktor sebesar Rp. 3,5 lagi. Karena ketidaksanggupan itu maka penyambungan air yang kami ajukan di batalkan,” ungkapnya.

Lebih jauh Ummen menceritakan, bahwa sebelumnya pihaknya sudah pernah meminta pengurangan harga (biaya) dari Rp. 8,5 juta tersebut kepada Buha Wanton Hutasoit selaku pimpinan Kontraktor CV. Daya Anugerah Sejati.

Namun menurut Ummen Marbun permintaannya waktu itu ditolak oleh Buha Wanton Hutasoit, dengan penjelasan bahwa harga Rp. 8,5 juta tersebut sudah mendapat pengurangan harga.

“Kita sudah bicara sebelumnya, sebenarnya aturan biayanya Rp. 11 juta. Berikan saja Rp 8,5 juta agar airnya disambung. Anggap saja nilainya Rp. 10 juta, dari nilai itu, saya sudah menolong Rp 1,5 juta,” ucap Ummen Marbun menirukan percakapannya dengan Buha Wanton Hutasoit beberapa waktu yang lalu.(red/Lk)

Editor : Andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.