oleh

Indonesia Kejar Target 20 Juta Turis Tahun 2019

Kepulauan Riau,simakkepri.com- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata kini tengah bekerja keras, mengejar target 12 juta turis yang harus dicapai masuk Indonesia tahun ini Bahkan target 20 juta harus naik di tahun 2019.
Selain membebaskan visa untuk 90 negara, Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata dan Budaya terus melakukan berbagai even, agar bisa menarik minat turis asing singgah ke berbagai daerah di Indonesia.

Misalnya, pada 17 Agustus 2015 lalu, digelar lomba balap gerobak sampah di Kuta Bali, Pesertanya para turis mancanegara. Begitu juga saat Hari Raya Imlek ke-2567 pada 8 Agustus 2016, Garuda Indonesia membawa 23.000 turis dari Tiongkok ke Bali, sebagai hasil kerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Ditambah 9 penerbangan carter.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan turis manca negara ke Indonesia di bulan Januari 2016 sebanyak 814.303 orang. Tapi, menurut kepala BPS Pusat, Suryamin, angka itu turun dibanding Desember 2015 yang berjumlah 986.300 kunjungan wisata.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengakui, turunnya jumlah kunjungan di bulan Januari 2016 itu karena menciutnya nyali para turis asing untuk datang ke Indonesia. Ini merupakan dampak peristiwa bom di Plaza Sarinah, Jakarta pada 14 Januari 2016.

Pada Januari 2016, turis terbanyak berasal dari Cina, disusul Singapore 96.792, Australia 94.099, Malaysia 83.376 dan Korea Selatan 33.863 orang.

Menurut Arief Yahya, untuk menghibur para turis manca negara di Bali, Januari lalu, dibuat permainan melepas anak penyu dan menanam coral di pantai. Mereka pun diberi 6.000 cindera mata.

Pada festival Imlek, pemerintah melibatkan para turis asal Tiongkok. Festival diikuti 1.000 orang asal Heilongjiang dan 500 asal Beijing. Jumlah turis dari Tiongkok itu, kata Arief, masih bisa didongkrak hingga 1,4 juta setahun.

Momen lain yang dimanfaatkan pemerintah adalah Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 baru lalu. Fenomena langka ini dipromosikan ke berbagai negara, dan berhasil menarik minat para turis untuk datang menyaksikannya. Ada 12 daerah yang dijadikan tempat kunjungan wisata, karena merupakan daerah yang dilalui GMT.

Terbukti, ke-12 daerah itu betul-betul dipadati turis manca negara dan nusantara. Yakni, Ternate-Maluku, NTB, Sulawesi Tengah, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Bengkulu, Sumbar, Sumsel, Bangka Belitung, dan Jambi.

Menteri Pariwisata memproyeksikan, penerimaan devisa negara dari kedatangan 100.000 turis pada momen itu sekitar Rp1,56 triliun. Sedangkan asumsi perputaran uang dari 5,1 juta turis nusantara mencapai Rp3,8 triliun.

Data yang diperoleh SimakKepri.com, target 12 juta turis manca negara yang akan masuk ke Indonesia pada 2016 itu ditetapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui rapat kordinasi Kementerian Pariwista dengan seluruh Dinas Pariwisata, di Jakarta pada 26-27 Februari lalu lalu.

Selanjutnya, target kunjungan wisata manca negara ke Indonesia tahun 2017 sebanyak 15 juta, 2018 sebanyak 17 juta dan 2019 sebanyak 20 juta. Dari 12 juta kunjungan itu, 90% di antaranya akan masuk dari tiga pintu utama, yakni Bali (40%), Jakarta (30%), dan Kepri (20%). Pintu masuk lainnya, diharapkan bisa berkontribusi 10%.

Kepri 2,6 juta turis 2016

Dari 12 juta target nasional, 2.610.000 atau 21,7% diharapkan bisa masuk melalui Kepri. Angka itu mengacu pada realisasi 2015 sebanyak 2,1 juta.

Kepada wartawan di Tanjungpinang belum lama ini, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti yakin bisa mencapai target yang dibebankan Kementerian Pariwisata itu. Dari 4 pintu masuk, Batam diperkirakan yang paling banyak, yakni 1.820.000 orang, Bintan 480.000, Karimun 160.000, dan Kota Tanjungpinang 150.000. Berbagai even telah dipersiapkan untuk menarik minat para turis.

Presiden Joko Widodo sendiri sudah bertekad menjadikan sektor pariwisata sebagai leading penghasil devisa terbesar negara, menggeser migas, CPO, dan Batu Bara. Untuk mendorong arus kunjungan wisata, Indonesia akan memberikan bebas visa kepada 79 negara lagi. Sehingga, total 169 negara harus bebas visa kunjungan ke Indonesia.(Mayer S )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.