oleh

H. Abu Bakar: Peran Orangtua Mengawasi Anak Jangan Lepas Kontrol

-Riau-128 Dilihat

PELALAWAN, simakkepri.com – Pada masa pandemi Covid-19 lalu, dunia pendidikan menjadi salah satu bidang yang terkena dampak cukup besar. Proses belajar dan mengajar secara langsung atau tatap muka tidak dapat dilakukan ketika itu, karena potensi penularan Virus Corona (Covid-19) yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah pun mengambil kebijakan dengan cara memberlakukan proses pendidikan dengan tidak tatap muka. Dalam hal ini, para murid tetap di rumah namun mengikuti proses pembelajaran menggunakan Hp (Handphone) Android. Demikian pula proses belajar mengajar di Kabupaten Pelalawan pada masa pendemi lalu.

Hp Android pada masa itu menjadi alat yang wajib dimiliki oleh setiap murid di Kabupaten Pelalawan karena proses belajar menjadi Daring, seluruh tugas melalui grup WhatsApp yang telah dibentuk sesuai kelas, dan bahkan absen pun dilakukan secara online.

Akan tetapi, semakin lama ternyata penggunaan Hp oleh para murid tidak selamanya bermanfaat baik. Pasalnya, anak-anak saat ini cenderung hanya fokus dengan Gadget (Hp) mereka sendiri.

Jauh berbeda dengan masa dulu, anak-anak sekarang menghabiskan lebih banyak waktu mereka hanya menggunakan Hp. Banyak hal negatif terjadi, misalnya saja kenakalan remaja karena kurang kontrol orangtua.

Terkait masalah itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pelalawan, H.Abu Bakar, peran orangtua sebagai pengontrol di rumah sangat penting.

“Masyarakat jangan berasumsi bahwa itu adalah tanggungjawab Dinas Pendidikan. Kita harus pahami bahwa guru-guru yang merupakan tenaga pendidik atau pengajar dari Dinas Pendidikan, hanya punya waktu mengawasi murid saat di sekolah atau dalam kegiatan yang berkaitan dengan sekolah. Saat murid dirumah, itu adalah tanggungjawab orangtua,” ucap Abu Bakar saat ditemui Ungkap Riau di ruang kerjanya, Senin (31/10/2022).

Ia juga menuturkan bahwa orangtua majib mengontrol penggunaan Hp oleh anak-anak mereka.”Jangan sampai lepas kontrol terhadap anak. Harus proaktif mengawasi gerak-gerik mereka,” ujarnya.

Dijelaskannya, Hp Android tidak di larang karena telah menjadi salah satu alat yang dibutuhkan dalam pendidikan di masa sekarang.

“Zaman modern ini menuntut kita untuk berbaur dengan teknologi, termasuk dalam pendidikan. Bahkan sekarang setiap ujian akhir sekolah akan diberlakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ungkapnya.

Dengan perkembangan zaman yang didorong oleh perkembangan teknologi ini, kita selaku orangtua harus mengambil langkah yang dapat mengimbanginya hal itu pada anak.

“Kita sebagai orangtua jangan membiarkan anak berkembang sendiri. Kita harus berikan bimbingan-bimbingan positif. Misalnya, mendekatkan diri kepada anak dan mengajak mereka melakukan kegiatan-kegiatan positif yang tidak memerlukan Hp. Contohnya, berkumpul dengan keluarga dan bercerita atau sharing satu sama lain, gotong royong, beribadah bersama, dan lain sebagainya. Ingat, peran orang tua dan keluarga sangat penting bagi perkembangan anak,” katanya sembari menegaskan pentingnya peran orangtua pada anak.

Abu Bakar berpendapat bawah kontrol kepada anak harus dilakukan secara bersama untuk mendampingi tumbuh kembang mereka.

“Kita dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Pelalawan menghimbau masyarakat dan orang tua murid, mari bersama-sama mengawasi anak-anak kita. Jika ada hal-hal yang salah dilakukan oleh anak, harus ditegur. Mari kita bimbing anak dengan baik,” pungkasnya.(Aris)

Editor : Sahat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.