oleh

Bupati Pelalawan H Zukri Diminta Jangan Mangkrakkan Proyek yang Putus Kontrak

-Riau-212 Dilihat

PELALAWAN, simakkepri.com – Sedikitnya tiga (3) paket proyek pembangunan fisik Tahun Anggaran 2022 lalu di Kabupaten Pelalawan, tidak berhasil di selesaikan pengerjaannya oleh rekanan kontraktor, disebabkan faktor alam (Hujan)

Kendatipun alasan sedemikian dari rekanan. Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan tetap mengambil sikap tegas dan memutus kontrak serta black list perusahaan.

Masing – masing proyek yang putus kontrak tersebut, yakni satu (1) Paket proyek pembangunan Box Cluvert di Kelurahan Kerinci Barat senilai Rp. 1 Milyar lebih dibidang Bina Marga PUPR.

Satu (1) Paket proyek pembangunan Drainase Primer di Kelurahan Kerinci Barat senilai Rp. 1,6 Milyar di Bidang SDA PUPR.

Kemudian, satu (1) Paket proyek Pembangunan Landscape (Ruang Hijau Terbuka) di pusat Kota Pangkalan Kerinci senilai Rp. 1 Milyar lebih yang ditangani Bidang Tata Ruang PUPR.

Dari ke tiga (3) paket pekerjaan itu, bersumber dana APBD Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 4 Milyar lebih kurang secara keseluruhan.

Demikian hal ini, disampaikan Pemuda Pelalawan, Zaka Endang kepada media ini, di Jln.Akasi Ujung Kecamatan Pangkalan Kerinci, Rabu (25/1/2023).

Zaka Endang mengatakan, “Proyek ini, merupakan program sitrategis Bupati H.Zukri Misran dalam hal penanggulangan banjir di kota pangkalan kerinci. Drainase primer dan Box cluvert tersebut, jauh sebelumnya diidam-idamkan masyarakat untuk dibangun sebagai solusi penanganan banjir,” jelasnya.

Alhasilnya, kata Zaka Endang. Setelah H.Zukri Misran – H.Nasaruddin menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan. Pembangunan Box dan Drainase primer yang dimaksud, sudah terwujud. “Ini sebagai bentuk responsif Bupati Pelalawan dalam menjawab keluhan masyarakat kota kecamatan pangkalan kerinc”, sebut zaka.

Menurutnya, proyek itu merupakan program skala prioritas Bupati H.Zukri – H.Nasar dalam penanggulangan Banjir di Kota Pangkalan Kerinci.

“Ya benar, masalah banjir ini, menjadi masalah klasik masyarakat sebelumnya. Namun, dengan dibangunnya Drainase Primer dan Box Cluvert ini, akan menjadi catatan baik terhadap program sitrategis Bupati H.Zukri – H.Nasaruddin tentang penanganan persoalan banjir,” kata Zaka E.

Kepada Zaka Endang, disinggung proyek yang tak selesai itu, “Ya benar, walaupun proyek ini tidak selesai pada anggaran APBD tahun 2022 lalu dan tahun anggaran 2023 ini, diminta kepada Bupati H.Zukri Misran agar proyek itu jangan sampai dibiarkan mangkrak,” pintanya.

Disebutkannya, pemutusan kontrak dan Black-list perusahaan dalam pekerjaan itu, sudah merupakan sikap tegas Dinas PUPR Pelalawan dalam menjalankan aturan – aturan yang berlaku dan terlebih untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

“Dinas PUPR pelalawan yang black-list perusahaan tersebut sudah sesuai aturan, disamping itu juga, Bupati Pelalawan, kiranya tidak membiarkan program skala prioritasnya menjadi mangkrak dan dapat dilanjutkan pembangunannya di Tahun 2023 ini,” pintanya.

Kepada media ini, Zaka Endang berpesan agar perusahaan – perusahaan yang akan dimenangkan dalam paket – paket proyek sulit yang berhubungan dengan gambut dan air, harus perusahaan yang memiliki pengalaman kerja dibidang perairan dan juga bermodal.

Haruslah ya, “Dinas PUPR dan Pokja di ULP dapat saling koordinasi terkait perusahaan – perusahaan yang akan dipilih dalam verifikasi serta di evaluasi menjadi calon pemenang di setiap lelang proyek,” ujarnya.

Demi meminimalisir proyek – proyek putus kontrak tahun – tahun mendatang. Dinas PUPR dan Pokja di ULP Pelalawan, agar selalu koordinasi. Pihak PUPR Pelalawan tentunya, mengetahui perusahaan – perusahaan yang berprestasi dalam mengerjakan pembangunan dibidang fisik.

“Bukan hanya di paket Drainase itu saja. Sebab, Dinas PUPR Pelalawan, mengetahui perusahaan rekanan yang memiliki prestasi baik dalam mengerjakan pembangunan di wilayah Kabupaten Pelalawan,” katanya.

Jika tahun 2023 ini pembangunan Drainase dan Box Cluvert tersebut tidak dapat diselesaikan, maka Dinas PUPR Pelalawan perlu di evaluasi kinerjanya.(red)

Editor : Solo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.