oleh

” Akhirnya Meninggal Juga si Buah Hati Tercinta”

 FB_IMG_1461098118435

Batam,Tebing tinggi, Histeris mendengar anak kedua dari pasangan  Markus Nainggolan ibu Lenni br Marpaung akhirnya menemui ajalnya pkl. 20.50 wib di RSU Herna, Kota Tebing Tinggi.

Markus mengamuk ketika dikatakan dr. Faisal, Sp.A, datang memeriksa  si bayi sudah tdk bernyawa.

Spontan Markus memaki-maki  dokter dan perawat . “Dari tadi saya  minta tolong sama kalian, anak saya jengang-jengang, panasnya tinggi tapi tindakan kalian.”ujarnya

Markus dngan kesal melontarkan”  Baru setelah anak saya meninggal dokter datang. Dasar kalian membunuh anak saya,” ujarnya

Markus emosi menghentakkan tiang infus yang ada di samping anak kesayangannya,dan  membentak dokter dan perawat RSU Herna.
Menurut keterangan Lenni ibun korban,anaknya mengalami mencret dan panas sejak kemarin Minggu, 17 April 2016.

Mereka langsung membawa ke Puskesmas di Desa Simodong, kec. Sei Suka.pihak puskesmas agar si anak agar di rujuk ke RSU Herna (red).

Anak kesayangan Markus tidak mendapatkan pelayanan yg baik. Awalnya dokter  menangani bukan  dr. Faisal akan tetapi dr. Polin.

Menurut keterangan dari Roy Berson, perawat bertugas dokter polin jam kunjungnya selesai pkl. 15.00 wib.

Kebetulan ada pasien dr. Faisal maka diarahkan dokter tsb menangani si bayi.

“Takut emosi Markus memuncak sang dokter pun kabur.”ujarnya

“Padahal saya membawa anak saya berobat bukan pakai kartu BPJS,” ungkap  Markus sambil memeluk anaknya tak bernyawa.

Akhirnya ketika pihak RSU Herna meminta biaya pengobatan dan terapi si bayi sebesar Rp.600.000,- dgn tega p Markus tidak bersedia membayar.
Bahkan beliau mengatakan “Saya akan menuntut RSU Herna, dan dia juga meminta bantuan serta berharap  pada wartawan, LSM dan perlindungan anak untuk bisa memberitakan kebenaran ini.agar pihak rumah sakit Herna dan pemerintah peduli dengan nasib masyarakat kecil. Kota Tebing Tinggi, 18 April 2016,”Ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.