oleh

3 Tahun Air Macet, Ratusan Warga Kavling Kamboja Geruduk Kantor PT Moya

-Bintan-219 Dilihat

BATAM, simakkepri.com – Ratusan warga RW 015 Kavling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Moya, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (31/05/2022).

Warga menyampaikan aspirasinya ke PT Moya selaku pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Warga menuntut haknya untuk mendapatkan air bersih yang sering mati dan kadang sama sekali tidak mengalir sejak 3 tahun terakhir.

Salah seorang warga, Faisal mengeluh karena ketersediaan air yang sangat terbatas. Hal ini kata Faisal membuat banyak aktivitas warga terganggu karena harus menunggu air menetes pada malam hari.

“Kami ini bayar air, tapi harus menunggu mengalir hingga tengah malam. Padahal di daerah lain tak ada keluhan soal air, kenapa kami dianaktirikan,” ucap Faisal.

Warga lainnya, Fahlianti mengatakan, memang pihak PT Moya sudah menyediakan tangki air untuk memenuhi kebutuhan air di Kavling Kamboja. Namun, jumlah air tersebut tidak cukup dan malah membuat konflik antar sesama warga karena harus berebut untuk mendapatkan air.

“Kita apresiasi atas pengadaan tangki, tapi itu bukan solusi, yang kami butuhkan adalah eksekusi jangka panjang, agar kami bisa mendapatkan air dengan lancar 24 jam seperti daerah lain karena kami sudah membayar kewajiban kami, dan kami menuntut hak kami,” tegasnya.

Warga lainnya menyebutkan bahwa, pihak PT Moya sering sekali memberikan janji dengan meminta warga untuk menunggu dan akan disampaikan ke pimpinan. Namun permintaan warga tidak pernah direalisasikan.

“Hampir 3 tahun kami merasakan ini, nunggu air antri, kami bayar juga pak, tapi kok gak jalan air kami, sakit cari duit di galangan musti nyicil bayar meteran,” timpal warga lainnya.

Berdasarkan pantauan Simakkepri.com pada Selasa, (31/05/2022), aksi unjuk rasa tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Ratusan warga menuntut haknya ke PT Moya untuk mengalirkan air di Kavling Kamboja.

Beberapa warga terlihat membawa spanduk berisi tuntutan dan tulisan di kertas koran berisi kekecewaan mereka terhadap pelayanan SPAM Batam yang dikelola oleh PT Moya. Puluhan warga lainnya terlihat membawa botol plastik kosong sembari berteriak minta air. (Baga)

Editor : Andi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.